Belgia di Piala Dunia Pecah Dua Gara-gara Manchester United dan Manchester City

Belgia di Piala Dunia Pecah Dua Gara-gara Manchester United dan Manchester City

Berita Bola Timnas Belgia di Piala Dunia terpecah dua gara-gara para pemain Manchester United dan Chelsea di satu sisi, dan Manchester City serta Tottenham di sisi lain. Begini ceritanya.

Perbedaan gaya bermain antara para pemain Manchester United asuhan Jose Mourinho dan Manchester City besutan Pep Guardiola telah membuat sakit kepala manajer Belgia, Roberto Martinez.

Satu generasi emas Belgia akan melakoni Piala Dunia 2018 sebagai salah satu favorit juara  tetapi masalah terbesar Martinez adalah membuat para bintang Premier Leaguenya bisa bermain solid.

Para pemain dari Manchester United, Manchester City, Chelsea dan Tottenham Hotspur telah mengisi mayoritas skuad Belgia tetapi mereka semua memainkan gaya yang sangat berbeda, terpengaruh gaya permainan klubnya.

Gaya serangan balik dari Mourinho dan Antonio Conte membuat para pemain The Red Devils dan The Blues dengan cepat turun ke bawah untuk membantu pertahanan jika mereka sedang tidak menguasai bola.

Advertisement

Sementara itu, Guardiola dan Mauricio Pochettino yang sangat suka menyerang membuat pemain City dan Tottenham cenderung terus bertahan di bagian atas lapangan dan mencoba menekan lawan untuk mencuri bola.

Manchester United and Man City players are causing problems for Belgium: Man Utd and Manchester City stars are.. https://t.co/uYPwqIwANx

— Soccer Talk (@soccetalk) June 13, 2018

Sumber yang dekat dengan Martinez mengklaim, dua gaya permainan berbeda ini telah menjadi salah satu masalah terbesarnya saat mempersiapkan Belgia untuk Piala Dunia 2018 di Rusia.

Dengan Romelu Lukaku, Kevin de Bruyne, Eden Hazard, dan Mousa Dembele masuk di antara pemain kunci Belgia, mereka malah memusingkan kepala manajer mereka.

Belgia telah mengalami beberapa kekecewaan besar di turnamen besar dalam beberapa tahun terakhir, meski memiliki skuad yang dipenuhi bintang-bintang paling cemerlang di dunia.

Dan tekanan ada pada Martinez untuk bisa membawa Belgia meraih sukses di Rusia setelah menandatangani kontrak baru sebelum dimulainya Piala Dunia 2018.

Gelandang Manchester City De Bruyne pernah ​​secara terbuka mengkritik taktik ‘sangat defensif’ yang diterapkan Martinez setelah imbang 3-3 lawan Meksiko pada bulan November.

Kevin De Bruyne addresses Belgium’s lack of solid tactical system and approach. Claims it’s not a shot at Roberto Martinez, which makes no sense whatsoever. Who else could be to blame? https://t.co/63JjJpoal1

— Gianni Verschueren (@ReverschPass) November 12, 2017

“Selama tidak ada sistem taktis yang baik untuk tim, kami akan menghadapi kesulitan melawan negara-negara seperti Meksiko,” kata De Bruyne. “Sayang sekali kami belum menemukan solusi.”

“Kami memainkan sistem yang sangat defensif, tetapi diisi dengan banyak pemain menyerang yang berebut bola. Kemudian Anda mendapat sedikit masalah, seperti pada hari Jumat melawan Meksiko, pertandingan di mana kami memiliki sedikit penguasaan bola dan semua orang dalam formasi yang tidak cocok dengan keinginan para pemain. Kami sekarang tahu bahwa sesuatu harus diubah pada tim kami.”

Berita Terkait:

  • Belum ada berita yang terkait dengan artikel ini.

 

w88.com